Wednesday, February 2, 2011

Karakteristik Pemimpin Sukses

Assalamualaikum wr.wb.

Kali ini sporakomputer menulis sebuah arikel yang berhubungan dengan kepemimpinan sporakomputer berharap besar kepada Anda yang membaca artikel ini dapat memnjadi seorang pemimpin yang adil dan bijak. Amien...!

Leadership bukanlah sesuatu yang Anda lakukan kepada people, melainkan sesuatu yang Anda lakukan dengan people.


Terdapat beberapa karakteristik yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang sukses, antara lain :

1. They know their company
Pemimpin harus mengetahui seluk beluk mengenai bisnisnya secara mendetail. Selain itu, seorang pemimpin juga harus selalu mengikuti perkembangan trend terbaru. Sehingga, mereka menyadari jika ada peluang yang muncul.

2. They know where they want to take the company
Seorang pemimpin tentunya harus memiliki visi, yakni pandangan jauh ke depan mengenai kemana arah perusahaan. Selain itu, ia juga tentunya harus mampu mengartikulasikan visinya tersebut dengan bahasa yang jelas dan sederhana. Selanjutnya, pemimpin juga harus bisa mendisiplinkan proses untuk mengatur sumber daya dan memberdayakan karyawan untuk menjalankan visi perusahaan.

3. They manage the strategy
Strategi harus mempunyai ukuran tertentu (parameter). Jika Anda tidak bisa mengukur strategi, maka berarti Anda tidak bisa mengelolanya. Pemimpin harus terus fokus pada strateginya, dan terus melakukan evaluasi terhadap strategi tersebut.

Prioritas juga harus ditetapkan, supaya aktivitas yang penting dilakukan terlebih dulu. Kemudian seorang pemimpin tentunya juga harus mengetahui apa saja yang harus dilakukannya, atau mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain yang mampu.

4. Managing people
Mengelola orang adalah hal yang sangat penting bagi pemimpin. Poin-poin penting bagi pemimpin dalam mengelola karyawan antara lain adalah pemberdayaan karyawan, serta mengajarkan kepada mereka mengenai bagaimana menyelesaikan pekerjaaannya. Pemimpin juga harus mampu memotivasi karyawannya serta belajar untuk memberikan feedback yang positif.

Komunikasi juga menjadi salah satu kunci penting dalam mengelola karyawan. Seorang pemimpin harus tahu bagaimana cara berkomunikasi yang baik, dan ia juga harus mampu mengembangkan komunikasi di organisasi yang dipimpinnya.

Pemimpin harus punya Emotional Intelligence yang bagus, karena dalam memimpin, tentunya kemampuannya dalam mengidentifikasi, menggunakan, memahami dan mengelola emosi akan sangat bermanfaat.

5. Personal Strength
Personal strength adalah kekuatan pribadi dari masing-masing pemimpin. Beberapa personal strength yang idealnya dimiliki seorang pemimpin antara lain:
  • Telling The Hard Truth: Sebuah bisnis tentunya mengalami siklus turun naik. Yang sulit bagi pemimpin adalah jujur mengkomunikasikan kondisi perusahaan ketika sedang turun kepada karyawannya. Menurut Nitin Nohria dalam buku Beyond The Hype; Rediscovering the Essence of Management, mengatasi hambatan yang terjadi sementara itu tetap menunjukkan kemampuan untuk terus maju merupakan ujian sejati sebuah kepemimpinan.
  • Courage To Change: Seorang pemimpin harus berani untuk mengambil langkah perubahan
  • The Role of Knowledge: Seperti yang dikemukakan John Kotter dari Harvard Business School, seorang pemimpin harus punya pemahaman yang cukup baik untuk dapat membuat strategi yang cerdas.
  • Nature/Nurture: Menurut Nitin Nohria, salah satu karakteristik yang umum dari pemimpin adalah, mereka mau belajar dan mengelami perubahan dalam hidupnya.
  • Willing to Take Risks: Seorang pemimpin mengambil risiko dan memperoleh manfaatnya.
Sumber dari sini
Readmore »

Description: Karakteristik Pemimpin Sukses Rating: 5 Reviewer: Rizal ItemReviewed: Karakteristik Pemimpin Sukses

Belajar dari Kapak Pemotong Kayu

Assalamualaikum wr.wb.

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, maka calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat akan mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, ia berhasil merobohkan delapan batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus. “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu selama ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Karena sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi. Tetapi dia hanya berhasil merobohkan tujuh batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan, bahkan mengecewakan. Semakin bertambah hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.

“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon, merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap kepada sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu! Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.

“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil maksimal. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama, tetapi tidak diasah. Kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bisa bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang, mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengucap terima kasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Netter yang Luar Biasa,
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, dan sibuk terus, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak, “mengasah” dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan spiritual.

Seperti pepatah yang mengatakan “istirahat bukan berarti berhenti, tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi,” tentunya istirahat kita seharusnya menjadi istirahat yang berkualitas dan bukan untuk bermalas-malasan. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan dinamis!

Salam sukses, luar biasa!

Sumber : http://ndut2s.wordpress.com
Readmore »

Description: Belajar dari Kapak Pemotong Kayu Rating: 5 Reviewer: Rizal ItemReviewed: Belajar dari Kapak Pemotong Kayu

Recent Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...